Arsitek memiliki fokus ke perencanaan sementara teknik sipil lebih banyak berperan di pelaksanaan lapangan. Arsitek selalu mengutamakan estetika dan fungsional bangunan sedangkan insinyur bangunan menginginkan bangunan yang kuat dan ekonomis.
Perdebatan terjadi ketika arsitek tidak mau mengalah dan mempertahankan konsep gambarnya sedangkan perencana struktur yang menghitung menemukan bahwa konsep tersebut berbahaya dari segi kekuatan. Keduanya memiliki tanggung jawab moral terhadap profesinya. Di sinilah wawasan dan pengalaman keduanya yang dapat menyelesaikan permasalahan suatu proyek tanpa merugikan pihak mana pun.